Our Teams

Jajaran Direksi WAKARA AMANAH ABADI FOUNDATION

Warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 55 tahun berdomisili di Jakarta. Beliau meraih gelar bachelor degree di STEKPI di tahun 1994, dan gelar double master degree di STIE IPWI dan American World University pada tahun 1998.

Beliau merupakan seorang profesional senior dengan pengalaman panjang di industri perbankan, termasuk memimpin 56 cabang prioritas dengan portfolio lebih dari Rp100 triliun di Bank Mandiri. Keahliannya meliputi pengelolaan nasabah HNI dan private banking, analisa makro ekonomi, hingga perencanaan keuangan serta pengembangan produk-produk investasi dan kemitraan strategis.

Beliau juga berpengalaman sebagai instruktur, konsultan, dan dosen di berbagai institusi besar seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, bank-bank daerah, dan Pegadaian, dengan fokus pada selling skill, service excellence, budaya perusahaan, strategi pemasaran, wealth management, serta pasar modal. Selain itu, beliau pernah memimpin perusahaan tambang di Nabire Papua dan membangun kerja sama dengan investor internasional.

Integritas, profesionalisme, dan kemampuan membangun hubungan strategis menjadi kekuatan utamanya. Dengan pengalaman lintas sektor dan kepemimpinan yang kuat, beliau berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tata kelola dan perkembangan organisasi sebagai Dewan Pembina.

Warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 62 tahun berdomisili di Bekasi. Beliau meraih gelar bachelor degree di Universitas Airlangga di tahun 1988, gelar master degree di Universitas As-Syafi’iyah dan gelar Doktor di Universitas Bina Nusantara pada tahun 2016.

Beliau adalah seorang profesional senior dengan pengalaman panjang di bidang media, pemerintahan, dan korporasi. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan studi di Universitas As-Syafi’iyah dan meraih Magister Manajemen dari Universitas Bina Nusantara. Wahyu juga mengikuti berbagai program internasional di Costa Rica, Zimbabwe, Thailand, dan LEAD Institute New York yang memperkaya perspektifnya dalam isu lingkungan, demokrasi, dan pembangunan global.

Kariernya dimulai sebagai jurnalis Tempo dan berkembang hingga menduduki posisi strategis sebagai Executive Editor, Chief Editor Tempo Magazine, serta Chief Editor TV-Tempo dan Tempo Channel. Selain itu, Wahyu juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Protokol Istana Kepresidenan pada masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid, serta sebagai Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan pada periode 2021–2024. Pengalaman lintas sektor ini menjadikannya figur yang kuat dalam manajemen komunikasi strategis, tata kelola organisasi, dan hubungan kelembagaan.Sejak 2019, Wahyu mengemban amanah sebagai Komisaris Independen PT Hutama Karya (Persero). Dengan kombinasi pengalaman media, pemerintahan, dan korporasi, ia memberikan kontribusi penting dalam pengawasan manajemen dan arah strategis organisasi. Peran dan keahliannya menjadikan Wahyu Muryadi aset berharga sebagai Anggota Dewan Pembina, terutama dalam penguatan tata kelola, kredibilitas publik, dan strategi komunikasi institusi.

Seorang warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 56 tahun berdomisili di Bekasi

Warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 58 tahun berdomisili di Depok. Beliau meraih gelar bachelor degree di Institut Teknologi Bandung dengan jurusan Statistika Matematika, gelar master degree di Institut Teknologi Bandung dengan jurusan Industrial Engineering dan gelar Doktor di Indonesian Islamic International University dengan jurusan Ekonomi.

Beliau merupakan seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang konsultan manajemen, teknologi, dan strategi bisnis, termasuk 15 tahun berkarya di PriceWaterhouseCoopers (PwC) dan IBM Consulting/IBM Global Service dan sudah mengerjakan proyek di beberapa negara. Ia memiliki latar belakang kuat dalam matematika, teknik industri, dan tengah menyelesaikan program doktoral ekonomi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Selama kariernya, Shalahuddin telah memimpin dan terlibat dalam berbagai proyek strategis di tingkat nasional maupun internasional—mencakup Singapura, Thailand, Inggris, Ukraina, Malaysia, dan Indonesia. Keahliannya meliputi data science, analisis bisnis, statistik, digital economics, defense economics, hingga implementasi dan integrasi sistem berskala besar seperti SAP, Maximo, serta transformasi proses bisnis di berbagai industri: otomotif, farmasi, energi, pertahanan, logistik, transportasi, petrokimia, consumer goods, hingga perbankan.

Sebagai Komisioner Badan Wakaf Indonesia, Shalahuddin membawa kombinasi keahlian teknis, analitis, dan strategis yang kuat, dengan rekam jejak panjang dalam pengembangan solusi, penguatan tata kelola, dan implementasi proyek bernilai tinggi. Profilnya menjadikan beliau aset penting dalam pengawasan, pengelolaan, dan pengembangan ekosistem wakaf yang modern, berkelanjutan, dan berbasis data.

Warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 32 tahun berdomisili di Jakarta. Beliau meraih gelar bachelor degree di Universitas Trisakti di tahun 2015 dengan jurusan manajemen pasar modal, gelar master degree di Universitas Trisakti di tahun 2017 dengan jurusan Islamic Economics and Finance dan gelar Doktor di Universitas Trisakti pada tahun 2025 dengan jurusan Islamic Economics and Finance.

Beliau adalah seorang doktor ekonomi, praktisi keuangan, dan pendiri ekosistem filantropi syariah yang berfokus pada wakaf produktif dan Islamic wealth management. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri keuangan, investasi, dan pasar modal, Riska telah memimpin berbagai inisiatif strategis mulai dari manajemen keuangan, restrukturisasi bisnis, hingga pengembangan model keberlanjutan berbasis syariah.

Sebagai pemegang sertifikasi Cash Waqf Certified (CWC), ia memiliki kompetensi kuat dalam pengembangan wakaf uang dan tata kelola nazhir. Latar belakang penelitiannya dalam Tawhidi String Relation (TSR) dan Maqasid al-Shariah memperkuat pendekatannya yang mengintegrasikan aspek spiritual, ilmiah, dan ekonomi.

Sebelum mendirikan Yayasan Wakara Amanah Abadi, ia berkarier di sektor keuangan, korporasi, dan pemerintahan, termasuk sebagai Tenaga Ahli Pembiayaan Inovatif Non-APBN di Kementerian PPN/Bappenas. Riska dikenal sebagai pemimpin visioner yang mendorong pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 55 tahun berdomisili di Jakarta Selatan. Beliau meraih gelar bachelor degree di Perbanas Institut di tahun 1995 dengan jurusan manajemen, gelar master degree di Universitas Ibn Khaldun, Bogor di tahun 2015 dengan jurusan Ekonomi dan gelar Doktor di Universitas Trisakti pada tahun 2025 dengan jurusan Ekonomi.

Beliau adalah seorang profesional dan akademisi berpengalaman di bidang ekonomi syariah, keuangan sosial Islam, dan tata kelola lembaga. Ia telah berkiprah di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah Koperasi Mitra Manindo, Dosen Ekonomi, serta Penasihat Keuangan Sosial Islam di YPI Al-Hudoriyah dan aktif di komite pendidikan lembaga tersebut. Diba juga pernah menjabat sebagai Komisioner Badan Wakaf Indonesia (2017–2021), terlibat dalam perluasan program literasi dan sosialisasi perwakafan nasional. Pengalamannya terbentang dari sektor perbankan, konsultan strategi, hingga dunia penyiaran ekonomi nasional.

Dari sisi akademik, Diba menempuh pendidikan ekonomi dan manajemen di berbagai jenjang, termasuk Program Doktor Ekonomi di Universitas Trisakti, Magister Ekonomi di Universitas Ibn Khaldun, serta Sarjana Manajemen dari Perbanas Institute. Ia juga merupakan alumni PPRA 19 LEMHANNAS RI, sebuah pendidikan strategis nasional tingkat tinggi. Penguatan kompetensi profesionalnya ditunjang berbagai sertifikasi, mulai dari pelatihan TV performance, teknik PR, pelatihan muamalah dan fatwa DSN-MUI, hingga pelatihan instruksional PEKERTI.

Selain aktivitas profesional dan akademis, Diba aktif di sejumlah organisasi seperti IKAL LEMHANNAS RI dan ARTIPENA. Ia juga telah menerbitkan berbagai karya ilmiah nasional dan internasional, menunjukkan kontribusinya pada pengembangan ilmu ekonomi dan keuangan syariah. Kombinasi pengalaman regulator, praktisi, akademisi, dan konsultan menjadikan Diba Anggraini Aris sosok yang kompeten dan strategis sebagai anggota dewan pembina atau pengawas di berbagai institusi.

Seorang warga Nergara Republik Indonesia yang saat ini berusia 63 tahun berdomisili di Jakarta Timur.